KARENA WADAH
Wadah makanan itu, tampak kumuh. Aku melihat wadah makanan pertamakali di bus dekat bandara. Di sana kami dibagikan makanan selamat datang, sekotak nasi mirip nasi rangsum dari rumah sakit . Nasi putih dan beberapa lauk yang ditaruh dalam wadah berwarana abu abu bersekat tiga.
Tidak tahu mengapa aku merasa kurang sreg dengan wadah itu. Nasi yang putih dan cukup banyak itu tak menarik seleraku. Waktu berjalan dan hari demi hari di hotel kami disuguhi dengan hidangan dengan wadah serupa, hanya lauknya yang berganti ganti. Pagi, siang dan sore selalu hidangan berwadah sama.
Aku kadang hanya mencicipi sedikit saja hidangan itu. Selebihnya ya terbuang di tempat sampah. Aku heran mengapa aku merasa tidak enak makan. Kulihat teman -teman menyantap dengan lahap. Apalagi teman sekamarku yang seumuran anakku, dialah yang pertama kali makan diantara kami. Katanya mumpung masih anget. Begitu ransum datang ia langsung membukanya sementara aku untuk menyentuhnyapun malas.
Suatu pagi dia turun dari hotel untuk mencari sarapan. Saat itu dia menawariku , di bawah ada bubur sunsum kalau mau beli. Aku langusng saja tertarik dan menitip padanya . Masya Allah, saat itulah aku merasakan makan yang paling enak. Bubur yang lembut dengan gula areh yang manis. Dikemas dalam wadah mangkuk putih yang cantik. Nikmat sekali. Itulah makan yang kurasakan paling nikmat sejauh aku di Mekah dan Madinah.
Selanjutnya aku sering membeli bubur itu jika beruntung masih ada. Sebab kadang raib karena penjual yang tidak datang atau dikejar askar karena dianggap menganggu ketertiban jalan raya.
Setelah pulang haji baru aku sadari penyebab selama di sana tak selera makan jatah dari hotel. Diam diam aku menyimpan rasa jijik terhadap wadah itu. Dari situlah semua yang kumakan tak terasa enak. Akhirnya akulah yang menderita karena tak bisa menikmatinya. Ternyata tanpa rasa terimakasih pada makanan sepaket dengan wadahnya akan sulit kita mendapatkan rasa nikmat saat makan. Akhirnya ucapan istigfar yang aku panjatkan usai menyadari semua itu.
( Diceritakan oleh seorang jamaah haji tahun 2023 kloter 55 ).

Komentar
Posting Komentar