FRESHCARE
Di tengah - tengah obrolan di kamar hotel , aku bicara tentang masuk angin dan penyakit penyakit ringan lainnya. Aku sempat berceloteh , “ Aku sih jarang pakai freshcare, bahkan sama sekali aku tak ingin membawa freshcare ke Mekah ini. Kalau di koperku ada benda kecil itu berarti hanya jaga jaga saja.”
Ketika di masjidil haram aku duduk di sebelah orang dari Kasmir yang kelihatannya sedang kurang enak badan. Seperti sakit flu. Sepatah dua patah kata kami bercakap cakap. Entah mengapa aku ingin memberikan freshcare yang ada di tasku padanya. Kucoba meminjaminya. Aku tunjukkan freshcare lalu kudekatkan ke hidungnya. Benar, ia nampak senang. Kala ia mengembalikannya aku bilang, “ buat Anda saja,” Rangkulan yang hangat aku terima sebagai tanda terimakasih. Aku merasa senang bisa bersedekah hari ini. Lagipula aku tak terlalu membutuhkan freshcare sebab kurasa aku masih menyimpan satu lagi di hotel.
Minggu berganti, saatnya semua jamaah berada dalam kondisi kesehatan yang kurang prima karena baru saja melaksanakan aktivitas fisik yang cukup berat, melempar jumroh. Kami Kembali ke Mekah dan akan melaksanakan towaf wajib setelah beberapa lama di Mina. Waktunya hanya malam ini. Meski badan masih letih dan batuk towaf tetap jalan. Pukul 10 malam towaf kami mulai. Tak perlu mengejar waktu, aku akan menikmati towaf dengan berjalan santai. Semua itu sudah kususun rapi dalam pikiranku.
Tetapi begitu akan berangkat untuk towaf timbul rasa mual dan leher gatal sekali . Aku takut muntah muntah di sana, maka aku cari solusi. Sudah malam seperti ini pasti toko toko kecil di dekat hotel tutup. Bila harus ke toko yang agak jauh pasti akan tertinggal teman – teman. Aku ingin mengobati tenggorokan dan rasa mual ini dengan obat masuk angin cair tapi kucari sudah habis di tasku. Hm…aku masih punya freshcare, kucari di tas saja. Masya Allah, gak ada. Berarti sangat mungkin aku hanya membawa satu. Terpaksa aku pinjam punya teman sekamar.
Ya, dengan bekal freshcare pinjaman itulah towafku yang berdesak desakkan dengan ribuan orang menjadi lancar. Tidak mual, tidak batuk dan selesai dengan sukses. Rupanya Allah menyindirku , “ jangan meremehkan benda apapun meski tampak tidak penting.”
( Penuturan seorang jamaah haji )


Komentar
Posting Komentar