Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

FRESHCARE

Gambar
  Di tengah - tengah obrolan di kamar hotel , aku bicara tentang masuk   angin dan penyakit penyakit ringan lainnya.   Aku sempat berceloteh , “ Aku sih jarang pakai freshcare, bahkan sama sekali aku tak ingin membawa freshcare ke Mekah ini. Kalau di koperku ada benda kecil itu berarti hanya   jaga jaga saja.” Ketika di   masjidil haram aku duduk di sebelah orang dari Kasmir yang kelihatannya sedang kurang enak badan. Seperti sakit flu. Sepatah dua patah kata kami bercakap cakap. Entah mengapa aku ingin memberikan freshcare yang ada di tasku padanya. Kucoba meminjaminya.   Aku tunjukkan freshcare lalu kudekatkan ke hidungnya. Benar, ia nampak senang.   Kala ia mengembalikannya aku bilang, “ buat Anda saja,” Rangkulan yang   hangat aku terima sebagai tanda terimakasih. Aku merasa   senang bisa bersedekah hari ini. Lagipula aku tak terlalu   membutuhkan f reshcare sebab kurasa aku masih menyimpan satu lagi di hotel. Minggu berganti...

JALAN HIJRAH

Gambar
    Bus sudah beberapa saat menanti kami untuk diantar ke Madinah. Bus warna merah dengan logo berbentuk kepada onta itu berdiri kokoh di jalanan depan hotel yang mulai memanas. Jam 8 pagi  di Mekah    rasanya seperti jam 12 siang di Indonesia . Kami berurutan memasuki bus dan mengambil tempat duduk mana saja yang kosong lalu meletakkan barang bawaan di bagasi atas. Ada tas , topi dan tentu saja sebotol air mineral untuk menjaga agar tak dehidrasi selama perjalanan. Bus belum berangkat padahal sudah berkali kali awak bus naik turun untuk mengecek kelengkapan dan jumlah penumpang, memastikan semua sudah terangkut. Mulanya kami cukup tenang , tetapi beberapa jamaah   mulai merasa gerah karena keterlambatan ini. Memang terlambat hampir satu jam dari perjalanan yang direncanakan. Padahal di Madinah kami sudah menunggu solat arbain , empat puluh kali berjamaah yang kami dambakan bisa terlaksana. Bila telat satu jam saja maka kami tak mendapatkan jamaah solat...

RINDU

Gambar
  Jika rindu pada orang tua itu menerpaku,     itu   wajar sebab aku pernah berada dalam gendongannya. Pernah berada dalam perut ibu selama sembilan bulan, pernah merasakan kasih sayangnya. Jika rindu itu tertuju pada orang yang kusayangi, seperti pada keluarga maka itu kurasa normal,   sebab aku pernah hidup seatap    bersama mereka bertahun tahun. Jika rindu itu beralamatkan pada anakku, itu sangat natural   sebab ia adalah darah dagingku, ikatan yang paling kuat di muka   bumi ini adalah hubungan anak dan orang tua. Bila aku mengagumi seorang artis atau master ketika berjumpa pasti mengharu biru, sebab aku telah mengagumi karyanya sejak lama.   Tapi jika aku datang ke makam ini, tiba tiba timbul rindu yang membucah, aku merasa itu suatu yang luar biasa. Aku tak mengenal sosok ini kecuali dalam sejarah di buku buku yang kubaca, di kajian kajian yang kudengar. Agak lebih dalam lagi, aku kadang melantunkan solawat yang kadang timbu...

TANGIS NENEK DI KOTA NENEK

Gambar
  Begitu kudengar pemberitahuan pesawat   bersiap landing aku lega, kami telah sampai di atas kota   Jeddah. Aku membenahi selimut yang masih kukenakan, melipat dan memasukannya di laci kursi duduk pesawat. Kuperiksa tas kecil yang berisi paspor haji , masih lengkap. Lalu aku meregangkan diri agar nyaman. Mataku belum begitu sempurna usai tidur semalaman. Aku menatap jendela pesawat . Tampak di luar lampu kerlap kerlip di atas atas bangunan meski sangat samar   karena kegelapan menyelimuti.   Wajar saja , saat itu baru pukul 03.00 dini hari. Tubuhku bergucang guncang ringan saat pesawat menyentuhkan rodanya ke tanah Jeddah. Alhamdulilah akhirnya sampai, aku mengangis dalam keharuan. Cita citaku yang kuharapkan bertahun tahun kini kesampaian.   Ya Allah, terimakasih Engkau membawaku ke negeri ini, negeri yang di dalamnya ada  Kabahmu yang kurindukan selama ini. Aku menunggunya bertahun tahun. Tak ada kejelasan karena jadwal keberangkatanku selalu te...

SEMBRONO

Gambar
     A ku  hanya duduk termenung di loby dengan pakaian towaf lengkap . Baju panjang warna putih, lengan tangan berbalut sarung tangan dan selempang tas berisi air minum dan plastik tempat sandal saat berada di dalam masjidil haram nanti. Aku menyesal tadi terlalu lama di musola bawah sehingga tak mendengar ada pengajuan jadwal ke Masjidil haram sehingga semua teman teman sudah berangkat semua. Aku Kembali terdiam. Kupandangi pintu hotel tertutup rapat. Dari dalam aku bisa melihat halaman begitu lengang, tak ada jamaah yang bersiap siap mencegat bus solawat   di depan maktab. Terlintas di pikiranku tentang aturan umrah. Bahwa ibadah umrah adalah ibadah yang istimewa, pasalnya seorang yang berniat tak boleh berhenti di tengah jalan dengan alasan yang sepele. Masa aku akan berhenti   umrah sunnah hanya karena tidak ada teman? Tidak lucu, lah, tapi nyatakanya itu yang   sedang aku pikirkan saat ini. Aku merasa ada malaikat   yang diam diam menertaw...