AWAN AWAN HARAPAN
Setiap saat pikiran ini membentuk awan – awan keinginan. Dari kepala yang penuh sesak dengan hasrat terhadap apa – apa yang ada di depan mata dan yang belum nyata, terbentuk awan - awan itu . Mereka lantas meninggi ke udara dan makin tinggi tertiup angin . Hanya pandangan mata kuyuku yang sanggup mengikutinya. Selintas aku ingat kisah cloud bread, roti awan yang dimilki anak – anak di dunia dongeng. Mereka mempunyaI roti awan yang mengantar kemana mereka ingin pergi . Roti awan yang membebaskan. Alangkah menyenangkannya menjadi anak – anak . Sebaliknya , awan – awan orang dewasa seperti menjadi beban. Yang menggantung tak jelas kapan menjadi hujan. Yang membuat dada terasa sempit, seperti nafasnya orang yang sedang mendaki bukit tinggi. Sudah tahu hidup tak pernah bertekuk lutut pada keinginan , mengapa aku masih saja membuat awan . Hidup hanya akan berlutut p...