SIAP MATI SETIAP SAAT
Setiap beberapa jam pasti kudengar suara sirine ambulan pembawa jenazah atau pasien. Di bulan bulan ini suaranya agak berbeda dengan suara yang kami dengar sebelumnya. Lebih melengking dan rasanya seperti jeritan panjang pasien yang sedang terpapar covid -19. Sudah setahun lebih covid- 19 mengerubung penduduk bumi. Dan tahun ini covid-19 tampak begitu nyata. Daerah kami yang selalu dilaporkan “hijau” kini “merah” membara.
Syukurlah suara ambulan itu tak selalu beraura sedih . Kadang , ketika hatiku baru mencapai titik kesadaran yang cukup waras, muncul kegembiraan dalam hati . Alhamdulilah aku ditakdirkan mengalami jaman pandemi ini . Syukurlah aku bisa menangkap sinyal kematian yang begitu dekat dan jelas. Setahuku kematian selalu datang dalam waktu yang samar dan bahkan penuh misteri. Tak seorang pun tahu kapan ia didatanginya. Tetapi kini lihatlah , sinyal itu begitu jelas . Sekarang, setiap saat aku harus siap mati . Tepatnya , setiap saat setiap orang punya potensi untuk mati dengan cepat. Izrail mungkin tersenyum sambil geleng – geleng kepala kala melihat aku memposting tulisan ini. “Sok tahu,” katanya.
Komentar
Posting Komentar