AWAN AWAN HARAPAN

 Setiap saat  pikiran ini membentuk awan – awan keinginan. Dari kepala yang penuh sesak dengan hasrat terhadap apa – apa yang ada di depan mata dan yang belum nyata, terbentuk awan - awan itu . Mereka lantas meninggi ke udara dan makin tinggi tertiup angin . Hanya pandangan mata kuyuku yang sanggup mengikutinya.

     Selintas aku ingat  kisah cloud bread, roti awan yang dimilki anak – anak di dunia dongeng. Mereka mempunyaI roti awan yang mengantar kemana  mereka ingin pergi . Roti awan yang membebaskan.  Alangkah menyenangkannya menjadi anak – anak . Sebaliknya , awan – awan orang dewasa seperti menjadi   beban. Yang menggantung tak jelas kapan menjadi hujan. Yang  membuat  dada terasa sempit, seperti nafasnya orang yang sedang mendaki bukit tinggi.

 Sudah tahu hidup tak pernah bertekuk lutut pada keinginan  , mengapa aku masih saja  membuat awan . Hidup hanya akan  berlutut  pada skenario Allah bukan ?

 

Maka, aku berhenti  membuat awan . Menjauh dari keinginan.  Kemudian bergegas  melangkahkan kaki ke bukit agak tinggi .  Fokus pada langit biru yang tergelar luas di atas kepala . Subhanallah , sungguh indah dan jernih langitMu. Awan – awan kini hanya tampak bagai buih buih samudra yang tak berarti . Sedikit saja aku mengubah fokus pandanganku, keindahan tergelar di angkasa. Memantul pada hamparan bumi di bawahnya . Gunung tampak begitu gagahnya, pohon – pohon berlomba memberikan buahnya, hewan – hewan bersiap menyediakan segala keperluan bagi manusia.

 Dan aku …menjadi bagian dari skenario indah ini . Tak terasa mengalir air mata rindu . Rindu pada padaMu, yang begitu apik menaungi setiap jengkal kehidupanku.

  Sungguh rahmatMu  jauh lebih banyak dan lebih luas dibandingkan dengan beban – beban keinginan manusia.

 

 

 

 


Komentar

Populer

FRESHCARE

ANTUSIASME ANAK MUDA ARAB

KISAH PEMUDA KAHFI