Pelukis langit

Siapa yang peduli warna langit pagi ini
Dan pagi pagi kemarin serta nanti
Semua orang berlari mengejar mimpi
Aku, yang terduduk lekat di kursi roda ini
Bersahabat dengan tirai jendela setiap hari
Meramahi langit pagi yang senantiasa menemani
dan kutemani
lukisan langit pagi misteri
selalu berganti
gumpalan awan indah tak terperi
Bukan di awan cumulus, status atau cirrus seperti kata para ahli geografi
Tapi di awan pagi
Ada wajahMu yang lembut membasuh hati
Kala semua orang tak peduli
Kaulah Sang Penanti
Yang melukis langit pagi
Sambil mendengar keluh hambaMu yang renta ini
Kusaksikan lukisanMu tak pernah sama
Selalu mehadirkan pesona yang berbeda
Sebab itu harapankupun tak bisa terjeda
Oleh kursi roda yang membatasi raga
Komentar
Posting Komentar